Product

SOF Moringa Olieffera

Moringa Oleifera atau yang lebih dikenal di Indonesia sebagai daun kelor, merupakan tanaman yang paling kaya nutrisi yang pernah dite-mukan.Kelor dikenal sebagai “Pohon Ajaib” dan “Pohon Kehidupan” dalam banyak kebudayaan dunia. Penggunaannya sebagai tanaman ber-nutrisi tinggi dan obat telah dipelajari, ditulis, dan terbukti selama berabad-abad. Kelor adalah tonik, pembangkit tenaga, sumber nutrisi berkhasiat obat yang digunakan dalam pengobatan Ayurveda di India sejak 4000 tahun lalu dan digunakan untuk menyembuhkan lebih dari 300 penyakit.

Salah satu yang membuat kelor/moringa oleifera menjadi perhatian adalah kandungan nutrisinya yang kaya. Dr Gary Bracey “The Moringa Man”, seorang penulis, pengusaha, motivator dan ahli ke-sehatan di Afrika menyebutkan dalam bukunya Miracle Moringa Nature’s #1 Healing Plant, bahwa  serbuk daun moringa mengandung:

- Vitamin A : 10x wortel                                                                           

- Beta Karoten : 4x wortel

- Vitamin B1 : 4x daging                                                                           

- Vitamin B2 : 50x ikan sarden                                                 

- Vitamin B3 : 50x kacang                                                                        

- Vitamin E : 4x minyak jagung, 20x tahu                              

- Zat besi : 25x bayam

- Kalium : 15x pisang

- Kalsium : 17x susu

- Zinc : 6x almond

- Asam amino : 6x bawang putih

- Protein : 2x susu, 9x yoghurt

- Polifenol : 2x anggur merah      

- Serat : 5x sayuran umumnya                                                                                                                                                                                           

- GABA (Gamma-aminobutyric acid) : 100x beras merah

- Zeatin : Ribuan kali tanaman lain                          

Moringa oleifera mengandung 27% protein, 48% Karbohidrat, dan 90 nutrisi berupa vitamin, mineral, fitonutrien, klorofil, 36 anti inflamasi, 18 asam amino (8 di antaranya esensial) dan  46 anti oksidan kuat, senyawa yang melindungi tubuh terhadap efek merusak dari radikal bebas.

Mineral : Kalsium, Kromium, Tembaga, Fluorin, Besi, Mangan, Magnesium, Molybdenum, Fosfor, Kalium, Sodium, Selenium, Sulfur, Zinc

Asam Amino : Isoleusin, Leusin, Lisin, Metionin, Fenilalanin, Treaonin, Triptofan, Valin, Alanin, Arginin, Asam Aspartat, Sistin, Glutamin, Glycine, Histidine, Proline, Serine, Tyrosine

Khasiat & Manfaat

Daun kelor kaya akan Polifenol Katekin, terutama EGCG (epigallocatechin gallate) yaitu antioksidan kuat yang menghambat pertumbuhan sel kanker. Journal of National Cancer Institute menyatakan kelor mengurangi resiko kanker esofagus hingga 60%. Menurut Fahey J.W (2005) dari John Hopkins School of Medicine, dalam laporannya “Moringa oleifera: A Review of Medical Evidence for its Nutritional, Therapeutic, and Prophylactic Properties Part 1” menyatakan daun tumbuhan moringa oleifera berkhasiat sebagai berikut:

- Detoksifikasi

- Antioksidan kuat

- Meningkatkan sistem imun, energi dan daya tahan tubuh

- Mencegah ataupun membantu mengatasi banyak penyakit, di antaranya maag/gastritis, kanker,

  kolesterol, hipertensi, diabetes, hipoglikemia, bronkitis, infeksi saluran kemih, anemia, tiroid, rematik,

  selsema, hepatik, luka/bisul, kolitis/radang usus, dll

- Memperbaiki pencernaan dan menghilangkan sembelit

- Melancarkan buang air kecil

- Mempercepat penyembuhan

- Meningkatkan kekuatan mental dan pikiran

- Meningkatkan kesehatan & kecerahan kulit

- Meningkatkan penglihatan

- Anti depresan

- Anti peradangan

- Asupan gizi anak > 5 tahun

- Asupan gizi ibu menyusui

Selain itu, kandungan nutrisi dalam daun kelor dapat me-

ningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan peredaran

darah, mendorong perbaikan sel, dan menimbulkan perasa-

an sehat, bugar & berenergi.

Metode Pengolahan

SOF Moringa kapsul dan teh mengandung daun kelor yang diolah

dengan metode khas yang terbukti mampu mempertahankan kandungan

nutrisi dalam daun kelor. Metode ini yaitu dengan sterilisasi melalui ozonisasi,

penanganan panen dan pasca panen yang ketat, maksimal 4 jam dari pemanenan sampai pada pengolahan dan pengeringan, sortasi daun tanpa gagang, penetapan suhu pengeringan tidak lebih dari 35°C selama 3 hari, dan penepungan dengan mesin stainless steel dan peralatan food grade.at